LAPORAN PRAKTEK LAPANG
(DASAR-DASAR ILMU TANH)
”KONDISI TANAH”

DI SUSUN OLEH :
I PUTU SUMARIANTO
2009 12 032
UNIVERSITAS ANDI DJEMMA (UNANDA)
CAB. MASAMBA
2010 / 2011
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjat kan kehadiran tuhan yang maha kuasa atas terselesainya makala yang berjudul “KONDISI TANAH”ini penyusun juga mengucapkan terimakasi atas dukungan bapa/ibik dosen dan teman-teman sekalian yang sagat membantu terselesainya makala mata kulkuliaH DASAR-DASAR ILMU TANAH mengenai KEADAAN TANAH
Melalui makala ini kami juga igin menginpormasikan masukan kepada para pembaca mengenal PERTANIAN namun penyusun menyadari bahwa penyusun masih mempunyai kekurangan dalam penyusunan makalaini.karena itu kami memintak saran dan kritikan atas makala ini dan kami juaga memperbaiki lebih baik kedepan.
Masamba,FEBRO 2011
Penyusun
Kondisi tanah i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR....................................................................................................i
DAFTAR ISI.................................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN.............................................................................................1
A.latarbelakang......................................................................................1
B.rumusan masalah...............................................................................2
C.tujuan dan kegunaan..........................................................................3
BAB II PEMBAHASAN...............................................................................................4
A.tanaman kentang................................................................................4
BAB III METODE PENELITIAN..............................................................................7
A.lokasi...................................................................................................7
B.wilayah................................................................................................7
BAB IV HASIL............................................................................................................14
A.hasil penelitian......................................................................................8
BAB V KESIMPULAN..............................................................................................11
A.kesimpulan...........................................................................................11
b.saran......................................................................................................11
Kondisi tanah ii
BAB I
PENDAHULUAN
Perubahan iklim global yang menjadi perhatian masyarakat dunia adalah menipisnya lapisan ozon di lapisan stratosfir. Lapisan ozon berfungsi menyerap radiasi surya terutama sinar ultraviolet sebelum mencapai permukaan bumi, sehingga penipisannya berakibat meningkatnya suhu udara di permukaan bumi, dan menimbulkan gejala global warming. Sementara itu, penggundulan hutan yang terus terjadi (rata-rata 14,6 juta hektar per tahun), efek gas rumah kaca, kerusakan fisik lingkungan seperti pencemaran air, tanah dan udara, rusaknya lahan pantai, hutan, dan sebagainya Berkurangnya suberdaya lingkungan secara drastis menyebabkan menurunnya kualitas lingkungan secara lokal, nasional dan global.
A.LATAR BELAKANG
Tanah–tanah lahan kering tropika basah merupakan tanah yang rentan degradasi, selain disebabkan faktor alami juga akibat campur tangan manusia. degradasi tanah, ditandai dengan kondisi banjir saat musim hujan dan kekeringan cukup parah saat musim kemarau. Hal itu menunjukkan bahwa tanah tidak mampu lagi mengatur kelembaban, sehingga cepat mengering dan jenuh bila kondisi curah hujan berubah. Definisi degradasi tanah cukup banyak diungkapkan para pakar tanah, namun kesemuanya menunjukkan penurunan atau memburuknya sifat-sifat tanah apabila dibandingkan dengan tanah tidak terdegradasi. Degradasi tanah menurut FAO (1977) adalah hasil satu atau lebih proses terjadinya penurunan kemampuan tanah secara aktual maupun potensial untuk memproduksi barang dan jasa.
Kondisi tanah 1
Faktor degradasi tanah umumnya terbagi 2 jenis yaitu akibat faktor alami dan akibat faktor campur tangan manusia. Menurut Barrow (1991) faktor alami penyebab degradasi tanah antara lain: areal berlereng curam, tanah mudah rusak, curah hujan intensif, dan lain-lain. Faktor degradasi tanah akibat campur tangan manusia baik langsung maupun tidak langsung lebih mendominasi dibandingkan faktor alami, antara lain: perubahan populasi, marjinalisasi penduduk, kemiskinan penduduk, masalah kepemilikan lahan, ketidakstabilan politik dan kesalahan pengelolaan, kondisi sosial dan ekonomi, masalah kesehatan, dan pengembangan pertanian yang tidak tepat. Oldeman (1994) menyatakan lima faktor penyebab degradasi tanah akibat campur tangan manusia secara langsung, yaitu: deforestasi, overgrazing, aktivitas pertanian, eksploitasi berlebihan, dan aktivitas industri dan bioindustri. Sejalan dengan pendapat sebelumnya, Lal (1986) mengemukakan bahwa faktor penyebab tanah terdegradasi dan rendahnya produktivitas, antara lain: deforestasi, mekanisasi dalam usahatani, kebakaran, penggunaan bahan kimia pertanian, dan penanaman secara monokultur. Faktor-faktor tersebut di Indonesia umumnya terjadi secara simultan, sebab deforestasi umumnya adalah langkah permulaan degradasi lahan, dan umumnya tergantung dari aktivitas berikutnya apakah diotelantarkan, digunakan ladang atau perkebunan maka akan terjadi pembakaran akibat campur tangan manusia yang tidak terkendali.
B.RUMUSAN MASALAH.
Adapun rumusan masalah dalam pembagunan pertanian yaitu:
1. Apa yang di maksud degan tanah ?
2. Bagai mana keadaan tanah malino ?
3. Apakah tanah dapat mempegaruhi pertanian ?
Kondisi tanah 2
C.TUJUAN DAN KEGUNAAN
Adapun tujuan dan kegunaannya yaitu :
1. Tujuan
Adapun tujuannya yaitu :
· Mengetahui tanah
· Mengetahui keadaan tanah
· Mengetahui pengaruh tanah terhadap pertanian
2. Kegunaan
Adapun kegunaan yaitu :
· Sebagai penelitian
· Sebagai pembelajaran
· Sebagai motifikasi dalam meningkatkan mutu pertanian
Kondisi tanah 3
BAB II
PEMBAHASAN
A.TANAH

Tanah (bahasa Yunani: pedon; bahasa Latin: solum) adalah bagian kerak bumi yang tersusun dari mineral dan bahan organik.Tanah sangat vital peranannya bagi semua kehidupan di bumi karena tanah mendukung kehidupan tumbuhan dengan menyediakan hara dan air sekaligus sebagai penopang akar. Struktur tanah yang berongga-rongga juga menjadi tempat yang baik bagi akar untuk bernafas dan tumbuh. Tanah juga menjadi habitat hidup berbagai mikroorganisme.
Tanah non-organik didominasi oleh mineral. Mineral ini membentuk partikel pembentuk tanah. Tekstur tanah demikian ditentukan oleh komposisi tiga partikel pembentuk tanah: pasir, lanau (debu), dan lempung. Tanah pasiran didominasi oleh pasir, tanah lempungan didominasi oleh lempung. Tanah dengan komposisi pasir, lanau, dan lempung yang seimbang dikenal sebagai geluh (loam).
Warna tanah merupakan ciri utama yang paling mudah diingat orang. Warna tanah sangat bervariasi, mulai dari hitam kelam, coklat, merah bata, jingga, kuning, hingga putih. Selain itu, tanah dapat memiliki lapisan-lapisan dengan perbedaan warna yang kontras sebagai akibat proses kimia (pengasaman) atau pencucian (leaching). terjadi karena pengaruh kondisi proses kimia pembentukannya. Suasana aerobik/oksidatif menghasilkan warna yang seragam atau perubahan warna bertahap, sedangkan suasana anaerobik/reduktif membawa pada pola warna yang bertotol-totol atau warna yang terkonsentrasi[1].
Kondisi tanah 5
Struktur tanah merupakan karakteristik fisik tanah yang terbentuk dari komposisi antara agregat (butir) tanah dan ruang antaragregat. Tanah tersusun dari tiga fasa: fasa padatan, fasa cair, dan fasa gas. Fasa cair dan gas mengisi ruang antaragregat. Struktur tanah tergantung dari imbangan ketiga faktor penyusun ini. Ruang antaragregat disebut sebagai porus (jamak pori). Struktur tanah baik bagi perakaran apabila pori berukuran besar (makropori) terisi udara dan pori berukuran kecil (mikropori) terisi air. Tanah yang gembur (sarang) memiliki agregat yang cukup besar dengan makropori dan mikropori yang seimbang. Tanah menjadi semakin liat apabila berlebihan lempung sehingga kekurangan makropori.
Pencemaran tanah
Pencemaran tanah terjadi akibat masuknya benda asing (misalnya senyawa kimia buatan manusia) ke tanah dan mengubah suasana/lingkungan asli tanah sehingga terjadi penurunan kualitas dalam fungsi tanah. Pencemaran dapat terjadi karena kebocoran limbah cair atau bahan kimia industri atau fasilitas komersial; penggunaan pestisida; masuknya air permukaan tanah tercemar ke dalam lapisan sub-permukaan; kecelakaan kendaraaan pengangkut minyak, zat kimia, atau limbah; air limbah dari tempat penimbunan sampah serta limbah industri yang langsung dibuang ke tanah secara sembarangan (illegal dumping).
Kondisi tanah 6
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Lokasi
Adapun lokasi, waktu dan tempat dilakukan penelitian yaitu di daerah kelurahan patapang kecamatan tinggi moncong kabupaten gowa pada tanggal 19 febr 2011, pukul 10 : 15 WIB, yang terletak di kelurahan tinggi moncong Karena itu tempat yang tepat untuk dilakukan penelitian.
B. Wilayah
Kota Malino yang terletak 90 km arah Selatan Kota Makassar ibukota provinsi Sulawesi Selatan, merupakan salah satu obyek wisata alam yang memiliki daya tarik tersendiri. Malino merupakan, seperti kawasan puncak Bogor ataupun Bandung. Di kawasan wisata Malino sendiri, terdapat hutan wisata, berupa pohon pinus yang tinggi berjejer di antara bukit dan lembah. Jalan menanjak dan berkelok-kelok dengan melintasi deretan pegunungan dan lembah yang indah bak lukisan alam, akan mengantarkan Anda ke kota Malino. Kawasan tersebut terkenal sebagai wisata sejak zaman penjajahan Belanda. Banyak pengunjung yang datang baik dari Kota Makassar maupun dari daerah-daerah lain di Sulawesi Selatan, dari seluruh Indonesia bahkan banyak juga touris Mancanegara, untuk mendapatkan tempat rekreasi dan refreshing yang aman, terutama pada saat weekend atau liburan. Sebelum muncul nama Malino, dulu rakyat setempat mengenalnya dengan nama kampung ‘Lapparak’. Laparrak dalam bahasa Makassar berarti datar, yang berarti pula hanya di tempat itulah yang merupakan daerah datar, diantara gunung-gunung yang berdiri kokoh. Terletak di ketinggian antara 980-1.050 DPL.
Kondisi tanah 7
BAB IV
HASIL PENELITIAN
A.HASIL PENELITIEN
Kabupaten=goa
Kecamatan=tinggi moncong
Tingi dalam=1500 m
CUACA
Sekarang=cerah
Kemarin=cerah
IKLIM
Tipe=
Cura hujan=1800 mm/thun
Bulan kering=±
Vegetasi=asli
Dominan=pinus
Sfesifik=pisang dan bambu
Fisiografi=b>15%
Pormasi geologi= bebatuan
RELIEF
Makro= →
Relief=longsor/akibat erosi
Bentuk=bergelombang ±8000mtr
Eksposisi=S→U
Letak lereng tegahlembah
Kondisi tanah 8
DRINASE
Permukan=lancer
Didalam=lambat
Permeabilitas=lembut
Air tanah=cukup
Kelembapan=tinggi
KEADAAN BATU
Kecil=bayak
Sifatnya=homogeny
Besar=sedikit
Sifatnya=heterogen
EROSI
Usaha pencegahan=secara vegetative
PENGUNAA TANAMAN
Tanaman utama=pinus
Sisti=tupang sari
Sumber air=cura hujan
Tanaman lain=pisang
Pengelolahan=tradisional
Pupuk=kompos
CATATAN LAIN
Penyakit /hama=ulat benangbusuk akar
Posisi tanaman bagan=s→u
NOMOR LAPISAN=1 2 3 4 5
SIMBOL LAPISAN=A A1 B B1 C
DALM LAPISAN=±1 MTR,40cm,40cm,55cm,20cm
BATAS LAPISAN=G,C,A,
Kondisi tanah 9
(BATAS TOPO GRAFI)=W,I
JPANG/AMERIKA 1=2,4 YR /3/2 ,10 R/6/1
TESTUR=S,CL,L/S,CL,L
KANDUGAN BAHAN=FE,FE
KASAR(KONGKRENSI)=MN,MN
STRUKTUR TUGGAL/MAJEMUK=O VF G,1 F P
KOSTIENSI=S P , L
PH. LAPANGAN=6 NETRAL,6
PERAKARAN=BAYAK 90 CM,SEDIKIT,10CM
KEDALAMAN EFEKTIF=±90 CM
Kondisi tanah 11
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A.KESIMPUL
Dari uraian di atas dapat di simpulkan bahwa:
1. Faktor degradasi tanah dapat terjadi secara alami dan dipercepat akibat aktivitas manusia seperti deforestasi, perladangan berpindah, kebakaran hutan, tambang.
2. Degradasi tanah menurunkansifat-sifat tanah dan produktivitas tanah.
3. Rehabilitasi tanah merupakan upaya memperpendek pencapaian resiliensi tanah terdegradasi.
4. Penggunaan amelioran, bahan organik merupakan salah satu upaya untuk rehabilitasi tanah terdegradasi.
B.SARAN
Dengan dilaksanakannya penyusunan makalah ini yang membahas tentang “KEADAAN TANAH” saya selaku penyusun atas nama UNIVERSITAS ANDI DJEMMA ingin mengajukan saran agar tahun kedepan saya sangat berharap sebaiknya kegiatan ini masih sanagt perlu diadakan kembali. Dilihat dari segi manfaatnya, kegiatan seperti ini sangat bermamfaat khususnya mahasiswa untuk bekal ke depan. Dan kemudian hari penyusunan makalah ini akan berguna untuk masing-masing pribadi mahasiswa.
Kondisi tanah 11
Tidak ada komentar:
Posting Komentar